A Promise: Sketching

      Tepat seminggu yang lalu (semenjak tulisan ini diterbitkan) muncul gonjang-ganjing di salah satu gambar yang saya terbitkan ke sosal media berbasis visual itu. Mencapai 23 likes, tapi kehebohan lebih terletak pada komentar-komentar yang kebanyakan dilontarkan oleh teman satu kampus. Mereka mulai berpikir yang aneh-aneh, sampai saya harus menghapus beberapa komentar yang saya anggap berbahaya untuk ‘keharmonisan’ pertemanan saya dengan model sketsa.

Ini dia postingan di Instagram yang jadi biang kehebohan -__-
Ini dia postingan di Instagram yang jadi biang kehebohan -__-

      Banyak teman-teman yang bertanya kenapa saya tiba-tiba ‘kesambet’ menggambar wajah seorang teman wanita tanpa angin apapun. Padahal saya juga sudah pernah menggambarnya dulu dan juga masuk ke Instagram, tapi sentimen yang datang 7 hari lalu lebih heboh dan lebih banyak mengandung pemikiran liar teman-teman saya yang kebanyakan masih lajang -,- Modelnya memang cantik sih, makanya mengundang banyak kehebohan. Tapi mereka perlu tahu kenapa saya ‘tiba-tiba’ menggambar sang wanita ini. Screen snap berikut akan menjelaskan apa motif penggambaran sang model yang katanya cantik itu :p

*jeng-jeng-jeng*

Gambar

Dan saya membalasnya dengan singkat..

Gambar

Do you see that? Saya sudah ada janji dari tanggal 8 Maret, it means two months ago! Padahal jawabnya ‘Soon..‘ (._.)

      Saya rasa kalian sudah mengerti kenapa saya menggambar dia. Saya sudah ada janji dengan Alifia Firliani, gadis yang mendapat ‘kehormatan’ (lebaynisasi: on) untuk jadi topik pertama postingan sketsatangan yang pertama kalinya. Dan sekarang blog ini masih stuck sama Alifia Firliani. Karena ketika bangkit dari mati suri sejak 23 Desember 2013, blog ini lagi-lagi dimulai dengan bintang tamu yang sama.

Don’t ask me why ‘that’  happen (refers to  sentence: blog ini lagi-lagi dimulai dengan bintang tamu yang sama). Anggap saja sebuah kebetulan.

Bagi yang bertanya: “Kenapa mesti empat gambar sekaligus?” | “Is that a problem?”

***

      Well, ga asik kalau cuma pampangin gambar disini. Mungkin saya akan menceritakan sedikit kesan tentang model supaya pembaca tidak limbung arah dalam membaca postingan ini.

Alifia itu..

Solo Player, One Man Show, dia itu ibarat Lionel Messi di Barcelona. Dengan segala keunggulan akademik + kemampuan bahasa inggrisnya yang levelnya udah mirip bahasa ibu rasanya wajar kalau dia solo player, one man show dan segala julukan sebangsanya. Sebelum mesin penjelajah google membawa saya ke blog pribadi (yang disembunyikan oleh Alifia), saya pikir dia  mahasiswi wanita yang kaku yang mengusung misi belajarlah sebaik mungkin selama 4 tahun. Ya, semua mahasiswa/i memang sepatutnya begitu, tapi Alifia terlihat tidak pernah memikirkan hal-hal untuk bersenang-senang selama kuliah, misalnya: having a boyfriend, doing something crazy with her friends and so on.

ALIFIA 1

ALIFIA 2

ALIFIA 3

Pada akhirnya, semua stereotype yang saya anut akhirnya dimentahkan oleh beberapa percakapan selama beberapa hari di WhatsApp & beberapa postingan Alifia di blog pribadinya. Semacam ditegur Allah  kalau jangan menilai orang jika belum mengenal kepribadiannya secara menyeluruh. Karena mungkin beberapa orang memiliki kepribadian yang sebenarnya sudah tetap & stabil, namun berperilaku berbeda sesuai kedekatannya pada orang-orang tertentu.

Seperti yang 9GAG katakan dalam kicauannya:

 Gambar

I’m trying to reveal what makes Alifia became a ‘kaku’ person in front of boys, she just said something simple:

“Kita kan jarang menghabiskan waktu bersama, Fi”

Gambar

***

Gambar ke 4 tidak jadi diposting karena penggambar mengalami kesulitan menggambar di bagian mulut, jadinya malah ga mirip, mendekati mirip saja tidak. Daripada kesannya failed, lebih baik tidak dimasukkan. HAHAHA 😀

Sebenarnya ada gambar ke 5 yang harusnya juga diposting, kira-kira gambarnya begini:

405785_10150537777918877_1365652409_n

Bedanya jilbabnya gw warnai dengan warna soft pink dan baju berwarna krem. Sayang gambar terbaik tidak bisa diposting karena terkena rembesan hujan yang bocor di kosan. Alhasil, gambar kelima rusak parah dan jadi bubur kertas. Sebagai penggambar, saya sedih karena gambar kelima nyaris mustahil untuk dibikin ulang 😥

Oh iya! Fia, semua yang anda (mungkin) dengar di Senen dari keceplosan mulut seorang teman adalah sebuah kebohongan. Lalalala~~

Bekasi, 10 Mei 2013
16:59 WIB
 
sketsa tangan
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s