Keluh Kesah (Tidak direkomendasikan untuk anda baca)

Normalnya wordpress ini berisi kumpulan gambar yang saya buat dengan jari jemari yang menari-nari bersama pensil di atas kertas, lalu saya scan dan diupload dengan sepatah dua patah kata yang menjelaskan maksud dalam gambar itu. Tapi kali ini saya melanggar kondisi normal dengan memasukkan sedikit keluh kesah. Saya masih manusia, jadi kadang butuh saluran untuk berkeluh kesah :p

Saat ini saya sedang merasa lelah mengemban peran sebagai anak sulung. Ingin rasanya titel ‘anak sulung-harapan semua pihak’ yang saya emban untuk dicopot sementara lalu saya bergerak bebas menikmati apa yang ingin saya nikmati. Tapi kenyataan bilang kalau peran sebagai anak sulung harus dibawa selama hayat masih dikandung badan.

Sebagai anak sulung, banyak harapan yang dititipkan kepada saya. Dari orang tua, adik-adik, kakek nenek, saudara, om dan tante bahkan tetangga di desa saya berasal juga menitipkan harapan mereka kepada saya sebagai anak sulung. Jika saya buat daftarnya satu-satu mungkin tidak akan selesai dalam 1 tulisan.

***

“Nak, kuliah kamu harus berhasil agar adik-adikmu termotivasi. Bayangkan jika kuliahmu gagal lalu adik-adikmu dihantui bayang-bayang kegagalanmu saat mereka kuliah nanti.”

“Semoga Uda Upi nanti sukses kuliahnya, nanti kalau udah kerja ajak kami jalan-jalan ke luar negeri dan membelikan semua yang kami mau”

“Semoga nanti kuliah mu sukses dan cepat selesai ya, Pi. Nanti kalau sudah kerja bisa meringankan beban orang tua atau malah sama sekali menghilangkan beban orang tua untuk menyekolahkan adek-adek mu. Kakek & nenek akan selalu berdoa untuk Upi”

***

“Kalau nanti sudah sukses nanti, belikan Mama mobil fortuner ya Hahaha”

“Ma, itu mahal sekali. Harganya milyaran lho.. Kalau Honda CRV aja gimana? Itu juga sama-sama mobil SUV kok..”

“Ya.. hahaha. Mama bercanda kok! Kuliah aja yang rajin. Mama & Ayah mendoakan selalu. Tuh Mama baru habis masak. Makan gih, ada dendeng lambok balado kesukaanmu..”

Percakapan itu mungkin sekedar candaan bagi Mama saya, tapi saya merasa itu adalah sebuah permintaan, harapan yang harus saya penuhi sebagai balas budi untuk orang tua.

Tiba-tiba otak saya terasa sangat penuh sekali. Wajah tidak bisa dikontrol lagi dan mengatur ekspresi menjadi murung lalu melamun.

***

Sebagai anak sulung saya merasa begitu banyak ‘dibebani’ dengan banyak harapan dari berbagai pihak termasuk orang tua, tapi saya jarang meminta reward kepada sebagai balasan atas tercapainya beberapa harapan. Celakanya orang tua juga seringkali tidak peka dan tidak memberikan reward yang saya harap-harapkan atas segala track record bagus yang telah saya capai semenjak saya kecil.

Apakah memang anak sulung memang diberikan peran untuk jadi yang paling kuat, paling tahan banting dan terkesan sebagai superhero bagi adik-adik dan seluruh anggota keluarga? Apakah semua anak sulung diwajibkan harus mendapatkan pencapaian yang membanggakan orang tua dan sebagus mungkin tapi keluarga hanya sedikit melakukan investasi pada anak sulung? Maksud saya, misalnya dengan uang bulanan yang sedikit anak sulung harus bisa mendapatkan IP 4,0 sementara adik-adiknya asal IP 3,0 saja sudah cukup tapi mereka diberikan banyak fasilitas & uang selama kuliah.

Hipotesis saya adalah: Anak sulung adalah bentuk prinsip ekonomi dalam keluarga, sebisa mungkin keluarga mengeluarkan sedikit modal untuk keberhasilan yang harus dicapai.

Entahlah memang gaya mendidik orang tua saya masih ber-genre orde baru atau bukan, saya sebagai anak sulung jarang diberikan kesempatan untuk memberi pendapat atau diberikan pilihan dalam pengambilan keputusan keluarga. Semua yang dikatakan orang tua, adalah perintah bagi anak sulung. Anak sulung tidak boleh seperti adik-adiknya yang bisa merengek atau berkata tidak jika mereka tidak setuju dengan keputusan orang tua. Saya ingat sekali ketika saya mengajukan permohonan pada orang tua agar dibolehkan memakai motor setiap harinya untuk pergi sekolah, tapi orang tua saya menolak dengan keras dan menyuruh untuk berjalan kaki saja ke sekolah yang jaraknya 2 km dari rumah. Hal yang berbeda terjadi pada adik saya yang diberikan sebuah motor produksi 1980-an untuk pergi ke sekolah, namun dia menolak keras dengan alasan malu dicemooh teman-temannya. Akhirnya orang tua saya memberikan motor yang lebih bagus untuknya.

Saya yang saat itu masih berusia 17 tahun dan sedang labil-labilnya, ingin rasanya mencak-mencak pada orang tua sambil berniat melakukan boikot makan, boikot sekolah dan boikot lain-lainnya. Ajaibnya, saya hanya diam dan mematuhi ‘mandat jalan kaki’ dari orang tua. Itu benar-benar ajaib..

Saya rasa anak sulung memang sudah diprogram untuk memiliki kepatuhan di atas rata-rata, sehingga mereka jarang mengungkapkan tuntutan/keinginan mereka sendiri. Anak sulung sepertinya diciptakan sebagai individu yang selalu mengutamakan kepentingan keluarga di atas kepentingan pribadinya.

Tulisan keluh kesah ini saya batasi pada pengalaman saya sebagai laki-laki yang menjadi anak sulung. Saya tidak tahu bagaimana kenyataan anak sulung jika dia berjenis kelamin perempuan. Mungkin saja perannya lebih mudah atau sama saja. :p

Yang jelas, saya lelah! Sayangnya tidak ada cara untuk beristirahat menjadi anak sulung.

Iklan

13 pemikiran pada “Keluh Kesah (Tidak direkomendasikan untuk anda baca)

  1. Justru,, dari dulu aku ingin sekali terlahir sebagai anak sulung, yang selalu dibanggakan oleh orangtua.

    1. Dibanggakan orang tua itu berarti menanggung ekspektasi yang tinggi lho. Sekali anda gagal di tengah rentetan keberhasilan, itu akan mengecewakan orang tua yang sudah terbiasa untuk dibanggakan 🙂

  2. Lo salah ngeliatnya dek, justru anak sulung kaya gue, dan kaya lo ini keren.
    Lo tau kan manusia paling mulia itu adalah manusia yang paling berguna bagi orang lain. Dan anak sulung itu (bahkan dimulai dari komunitas terkecil yaitu keluarga) udah (akan) jadi makhluk paling berguna….
    Sebagai manusia, anak sulung itu costnya rendah tapi benefitnya tinggi, berarti dari semua anak di keluarga lo, sulung itu yang punya value tertinggi.
    Daripada jadi bungsu? ga seru, ga ada tantangannya, ga ada yang perlu diperjuangkan lagi. Hidup jadi kurang asik!
    Kalo masalah rejeki, asal lo berdoa dan niat lo adalah buat nyenengin orang tua, GA BAKALAN GA DIKABULIN ALLAH.
    Apalagi kalo nanti lo udah bisa bikin adek2 lo atau nyokap bokap lo bilang “Makasih ya nak udah beliin mama (sesuatu), mama seneng banget punya anak kaya kamu”
    *nyessss* *bahagiatakterkira* *lebihbahagiadaripadaditembakpria/wanitaidaman*
    and…………………….
    you’ll definitely be able to die in peace…. forever…. 😀
    SEMANGAT DE!

  3. sebagai anak sulung perempuan bukan berarti tuntutan dan tanggung jawab yg emban berbeda dg anak sulung laki-laki. anak. yah. walaupun pada akhirnya anak sulung laki2 akan memiliki tanggung jawab yg double setelah memiliki keluarga baru masa depan(?) hehe..
    untuk cerita tentang permohonan motormu, memiliki endingnya sama denganku, dan itu berarti bahwa bukan berarti statusnya sbg anak sulung perempuan, orang tua bisa lembut dan menuruti hal2 yg dimintakan. tapi malah selalu sulit mendapat acc permohonan.
    yah, kalau aku, aku ambil bagusnya aja, mungkin orang tua mau kita (sebagai anak sulung) memberikan contoh buat adik2 dan rasa tanggung jawab lebih besar untuk diri kita sendiri sebelum kita memberikan wejangan untuk adik2 kita 😀
    dan aku rasa, aku bangga jadi anak sulung *yah, kadang2 mau juga punya kk*
    orangtua juga pasti bangga krn mereka bs merasakn semua hal untuk prtama kaliny bersama ank sulungnya. exam:menghadiri wisuda anak sulungnya krn g mungkinkn adik2 duluan lulus. kecuali kakakny emg g niat lu2s atau adikny emg kelewat pinter.hehe 😀

    well, aku suka semua ketikanmu dalam wordpress ini, memberikan beberapa pemikiran yang aku jg belum kepikir. ngasih tahu tentang hal2 yang akupun belum tahu. everyday always comeback here :^) hehe.. nice to know you~
    sekali2 coba bikin puisi dong, selain Tabungan Rindu -_-

    1. Kamu adalah anak sulung perempuan kedua yang kasih komentar di postingan ini. Ga laki-laki, atau perempuan kayaknya anak sulung memang harus jadi pasukan terdepan harapan semua pihak ya? 😀

      In sha Allah, dalam waktu dekat ada puisi lagi kok.

      Terima kasih sudah sering berkunjung kesini. Salam kenal, Baby Panda! 🙂

      1. hehehehe 😀
        iya, sebagai anak sulung punya beban moral dan materil yg berat sekali -_-
        jaga nama baik keluargalah dan macam2 anak buahnya..
        selama jadi mahasiswa yg paling berat adlh pas dtanya “kapan wisuda?” *kok kenapa jadi curcol y?* 😀
        kamu juga gitu? kalo kamu engga, wah.. mau aku jadi anak sulung laki-laki! haha 😀

        iyaap, di tunggu deh 😀
        semoga tentang hujan ya *efek karena cuaca yg musim hujan*
        sama-sama.. salam kenal juga Awan 🙂

      2. oya??? wow.. the first??
        g tau kenapa pas ngetik blg salam kenal yg dketik nama kamu ya awan. tp gpp kan dpanggil awan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s