Perempuan Kuat (Dengan Wajah) Yang Berseri-Seri

Mega Mendung, Juli 2010

Saya tidak ingat itu pagi setelah malam terakhir kami diospek oleh pihak kampus atau hari terakhir ospek. Yang jelas hari itu saya pertama kali bertemu dengan gadis itu. Gadis berjilbab merah, berbaju olahraga putih lengan panjang, ber-celana training hitam, persis seperti yang diperintahkan oleh panitia ospek. Kulit kuning langsat agak kecoklatan khas Indonesia, dengan suara yang saya sebut ada karakternya. Tidak serak, tapi serak basah, atau malah hanya sedikit serak? Ah, itu tidak penting. Yang jelas saya ingat suaranya dan saya ingat apa yang pertama kali dia katakan mengenai kesan pertamanya tentang saya.

“Ih dia aneh deh. Suaranya gede tapi pas ngomong ekspresinya datar banget” ujarnya pada teman satu kelompok ospek.

Nuriy Azizah Susetyo, entah dia masih ingat kejadian itu atau tidak. Yang jelas saya pertama kali berbicara dengan Nuriy diawali dengan pertanyaan wajib saat ospek dan pertama kali bertemu orang-orang baru.

“Lo dari mana? Gue dari Bukittinggi tapi tinggal di Bekasi”

“Gue juga dari Bekasi!” jawabnya dengan nada yang menunjukkan rasa antusias, mungkin karena menemukan orang-orang dengan kesamaan domisili, setidaknya engga merasa sendiri di tengah kerumunan orang-orang baru yang akan dijadikan teman dalam 4 tahun kedepan.

Sekarang sudah 2013, Mei. Nyaris 3 tahun saya kenal Nuriy dan orang-orang baru lainnya yang masuk Universitas Bakrie.

Jika saya review singkat, Nuriy bisa anda anggap sebagai sosok percontohan wanita muslimah idaman banyak pria. Bukan hanya kalangan mahasiswa saja yang bilang begitu, bahkan beberapa teman-teman mahasiswi juga mengakuinya. Pintar, bertubuh tinggi tapi tidak gemuk juga tidak kurus (itu sebabnya dia bisa jadi paskibra kotamadya Bekasi 2009), berjilbab sesuai syar’i, cukup supel, suka tantangan (makanya dia memilih penjurusan jurnalistik & memegang banyak acara penting di kampus), cukup ramah (itu kalau dia lagi mood untuk diajak bercanda), ada aura keibuan (lumayan), muslimah modis dan cantik. :-p

Seharusnya Nuriy jadi model iklan pasta gigi karena senyumnya seakan bilang “aku anak sehat Indonesia dengan gigi kuat”. Kalau tidak percaya, lihat saja gambar berikut..

Anak gigi sehat 2013
Anak gigi sehat 2013

Nuriy juga terkenal dengan logatnya yang kebule-bulean. Jangan bayangkan dia berlogat macam Cinta Laura. Tidak, tidak sebagus itu. Dia hanya berlogat kebulean pada huruf ‘C’. Misalnya: Saya sedang minum teh CHELUP (normalnya: celup bukan chelup)

Ya, inilah Nuriy Azizah Susetyooooo..! Jika didasarkan pada standar eropa, ukuran sepatunya 42 lho! Terbesar di segmen wanita, dan selalu mengejutkan pedagang sepatu di Senen.

Maaf, Nur. Closing-nya kurang enak ya? Hahaha. Semoga gambar penutup bisa bikin closing tulisan ini jadi enak. Assalamu’alaikum..

Nuriy Azizah Susetyo
Nuriy Azizah Susetyo

NB:

Judul tulisan ini diambil dari nama ‘Nuriy Azizah’ yg didalam bahasa arab mempunyai arti = Perempuan kuat (dengan wajah) yang berseri-seri.

sketsa tangan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s