Tidur

“Tampaknya aku akan jatuh sakit’’

‘’Itu karena kau terlalu rapuh untuk beberapa tetes hujan’, ujar ku sambil memberinya parasetamol.

‘’Itu bukan salah ku, cuaca yang begitu labil. Hujan tiba-tiba, panas tiba-tiba.’’

“Kau begitu pandai memainkan hati wanita, tapi begitu rapuh dengan air hujan. “, ujar ku pelan. Setengah berbisik sambil terkekeh kecil.

Kemudian aku membungkus diri dengan kegelapan, dan kau membungkus diri dengan sarung. Aku berlindung dari susah tidur akibat terang, sementara kau berlindung dari hembusan kipas angin.

Bahkan dalam damai-nya tidur, kita harus berlindung, Teman..

Jakarta, 17 September 2013

00:47 WIB

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s