Puisi Kesal

Oleh: Luthfi Kurniawan

Tahanlah Sebentar

Setidaknya jangan saat puisi ini baru aku bacakan

Temanku yang hebat, cobalah tahan kelakarmu

Tentang puisi ini

Jelas bukan mahakarya

Yang membuat ku menjadi legenda

Bagai WS Rendra

Olokan mu,

membuat ku seperti badut

yang berjejer

Berdiri di pesta, sambil

membuat lawakan yang tak lucu

Aurel?

Kau kata

Karya ku terdengar seperti nada-nada galau

yang ditweet oleh pemudi labil.

Kau memang hebat dalam merangkai kata,

Menjerat lawan jenis dengan perangkap kata,

Tapi bukan alasan,

Jika kau jadikan puisiku jadi alas kaki

Olokanmu

Mencuri panggung ku

Mencuri Harga Diri

Mencuri Tatap Mata

Dan riuh tepuk tangan.

Puisi ini bukan olokan

Seharusnya Kau Tahu

Bahwa padi semakin berisi

Semakin ia merunduk

Semakin ia malu

Pada isinya.

Jakarta, 13 November 2013

23:49 WIB

Iklan

3 pemikiran pada “Puisi Kesal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s