SEPOTONG CERITA: TENTANG NYONYA FELISIA & MASAKAN BELIAU

Salah satu masakan Ibu: Gulai Cancang Ayam
Salah satu masakan Ibu: Gulai Cancang Ayam

Memakan masakan ibu bagai menonton film kehidupan. Saya bisa melihat jelas tiap adegannya. Saat Ibu mencuci daging, kemudian memotong bahan-bahan lalu meramu bumbu. Kemudian mencampurkan semuanya dalam wajan super besar yang memuat seporsi rendang daging yang akan bertahan selama satu minggu untuk satu keluarga.

Saya bisa melihat jelas, bagaimana Ibu menumpukan tangan kirinya pada pinggang bagian belakang, dengan tangan kanan yang sibuk mengaduk cikal bakal rendang, yang masih berkuah santan kuning pucat. Saya bisa melihat jelas bagaimana keringat menapaki kening beliau lalu disapu dengan punggung tangannya. Saya bisa melihat dengan jelas bagaimana Ibu sedikit membungkukkan badan untuk melihat nyala api, kemudian mengaturnya. Membesarkan atau mengecilkan nyalanya. Semua, terlihat jelas.

Saya menggigit perlahan. Ini masakan Ibu yang baru datang 3 hari lalu, melalui jasa pengiriman lintas pulau. Ibu tengah beruji coba dengan mencampurkan bakso dalam bumbu rendang. Hasilnya jadi rendang bakso.

Percobaan pertama Ibu punya rekor bagus. 99% selalu berhasil. Jangan tanya rasa rendang baksonya. Saya makan sambil berpeluh dengan nasi yang sudah ditambah dua kali dan muka memerah tanda puas. Masakan Ibu adalah senyawa alami pencipta rasa bahagia, aman, tenteram, dan damai. Saya merasa dipeluk. Itu sebabnya masakan Ibu bersifat aditif, mencandu! Mengalahkan sabu-sabu. Sakau narkotika mungkin bisa direhabilitasi, tapi jika sakau masakan Ibu, solusinya hanya satu ; Cari Ibu.

Ada sedikit minyak yang keluar saat saya gigit rendang itu, warnanya oranye. Saya yakin itu minyak cinta, ramuan yang biasa Ibu masukkan ke dalam masakan untuk kami sekeluarga. Kini minyak itu ada di hadapan saya, datang ke Jakarta, jauh-jauh dari Minang, dan tenggelam dalam kerongkongan saya lalu menelusup ke dalam hati.

Saya sayang Ibu. Sangat sayang..

***

Gambar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s