Cerita Pendek: Surat Untuk Alien

Jakarta, 25 Januari 2014
22:56 WIB

Lama tidak jumpa ya? Saya putuskan mengirimimu surat elektronik untuk sekedar ngobrol. Surat ini bisa jadi ngalor-ngidul, semoga kamu paham saat membacanya.

Bagaimana kehidupanmu sebagai alien? Apa kamu sudah bisa membaur dengan orang lain? Em, koreksi. Maksud saya.. Apa kamu sudah bisa membaur dengan manusia? Kamu tahu kan, di waktu yang dulu kita ini adalah alien yang dikucilkan oleh manusia sekitar. Kontras sekali dengan yang lain, mereka bergerombol ke kantin, dan sisanya kumpul-kumpul lalu bergosip. Sedang kita berdua selalu di kelas saat jam istirahat. Oleh manusia (baca: teman sekelas), kita dinobatkan jadi alien. Sejak itu kita jadi lebih sering berdua lalu digosipkan saling cinta dan pacaran.

Itu ide paling muskil yang pernah saya dengar. Kita ini bersuku sama, aku sikumbang, kamu juga sikumbang. Jatuh cinta bukan pilihan jika tak ingin diusir dari kampung lalu terbuang tak punya adat.

Oh ya, apa kamu masih hidup sendiri setelah kita tak bertemu lagi? Atau kamu telah menemukan alien lain yang menyerupai saya?

Jujur saja, saya masih hidup sebagai alien. Pindah dari kampung ke kota tetap tak mengubah apapun. Saya alien dan menyukai kesendirian. Seperti yang pernah saya bilang padamu, kesendirian melindungi dari rasa tidak aman. Itu yang saya (dan mungkin kamu juga) rasakan. Semacam gelembung perlindungan super elastis yang melindungi saya dan kamu dari orang-orang jahat atau sekedar cuaca buruk. Saat sendiri, saya tidak perlu berbagi payung dengan orang lain atau bisa menikmati makanan enak sendirian. Tapi hal-hal demikian tidak terasa menyenangkan lagi jika terus kau terapkan dalam hidupmu.

Ada kalanya kamu akan butuh teman untuk nonton film baru ke bioskop, atau partner tertawa saat hal-hal konyol menimpamu, atau seseorang (atau beberapa orang) yang akan mengganggu makan malammu; karena berebut potongan terakhir dari makanan yang enak. Hal-hal itu kontras dengan kesendirian, tapi akan jadi menyenangkan untuk penyendiri sekalipun.

Kesendirian itu menyekap, rasanya seperti mulutmu sedang ditutup dengan sapu tangan yang diberi obat bius agar kau hanya sibuk dengan percakapan internal di dalam diri, bukan percakapan dengan orang lain. Kesendirian adalah bius yang membuatmu yakin bahwa dunia tidak aman dan orang-orang di luar sana tidak akan cocok denganmu. Kesendirian kadang angkuh, kadang juga rendah diri. Kesendirian yang angkuh membuatmu merasa lebih hebat dari orang lain, kesendirian yang rendah diri membuatmu meyakini kalau mereka takkan mau berteman denganmu yang lebih rendah dari sisi kualitas. Mau itu angkuh atau rendah diri, kesendirian akan berubah dari gelembung elastis pelindung menjadi dinding tebal yang terbuat dari silikon karbida dengan campuran vibranium alloy. Mengurungmu untuk selamanya dalam sunyi dan pengasingan.

Psikopat atau sosiopat?

Jangan tersinggung, pertanyaan itu diajukan untuk penulis tulisan ini. Iya saya, bukan kamu. Saya yakin kamu bukan alien lagi, saya yang masih jadi alien.

Saya sempat meyakini kalau untuk jadi stand-out, kita memang harus terlahir sebagai pribadi yang aneh, penyendiri dan sering tidak cocok dengan orang lain. Beberapa orang pintar dalam ensiklopedia pun begitu, they are don’t play well with the others. Tingginya IQ menghalangi mereka menjadi party goers, lebih suka baca buku dan malas basa-basi. Dianggap aneh, gila, lalu dijauhi sampai mereka memunculkan inovasi; inovasi yang membuat orang-orang seperti monyet yang baru tahu bahwa pisang itu rasanya enak. Tapi, rasanya saya tidak sefantastis itu; tidak seaneh Albert Einstein, Copernicus, atau Tony Stark (?).

Jadi, psikopat atau sosiopat?

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s